Optimalisasi Tata Kelola Pemeriksaan Keimigrasian di Bandar Udara Soekarno-Hatta melalui All Indonesia (Simplify Your Arrival)


Nama Peserta Galih Priya Kartika Perdhana Nama Pelatihan PKN Tingkat II
Instansi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Angkatan XXIV
Jabatan Kepala Kantor Periode Pelatihan 25 Agt 2025 - 21 Nov 2025
Video
Excecutive Summary

Executive Summary merupakan bagian pendahuluan dari Proyek Perubahan yang memberikan ikhtisar komprehensif dan ringkas mengenai inti serta nilai utama dari proyek tersebut. Bagian ini dirancang untuk memberikan gambaran singkat namun informatif tentang proyek, memperkenalkan latar belakang masalah, tujuan yang ingin dicapai, strategi yang akan diimplementasikan, manfaat yang diharapkan, dan hasil yang ditargetkan. (1). LATAR BELAKANG; Era globalisasi yang mendorong lonjakan mobilitas internasional menuntut sistem pemeriksaan perbatasan yang efisien dan terintegrasi. Sebagai pintu gerbang utama Indonesia, TPI Bandara Soekarno-Hatta menghadapi tantangan (kondisi saat ini) berupa antrean panjang dan inefisiensi pemeriksaan akibat belum optimalnya tata kelola C.I.Q., kurang optimalnya koordinasi antarinstansi, dan ketiadaan platform digital terpadu. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kualitas layanan, lemahnya pengawasan, serta citra Indonesia di tingkat global. Oleh karena itu, (kondisi yang diharapkan) pembaruan tata kelola clearance C.I.Q. melalui integrasi digital, harmonisasi prosedur, penguatan regulasi, dan peningkatan infrastruktur menjadi langkah strategis untuk mewujudkan pelayanan perbatasan yang cepat, aman, dan berstandar internasional. (2). IDENTIFIKASI MASALAH; Masalah utama yang dihadapi TPI Bandara Soekarno-Hatta adalah antrean panjang dan inefisiensi dalam pemeriksaan penumpang internasional, yang disebabkan oleh belum optimalnya tata kelola clearance C.I.Q. Akar dari permasalahan ini terletak pada minimnya koordinasi antarinstansi, kurangnya integrasi sistem informasi, lemahnya regulasi lintas sektor, serta belum adanya platform digital terpadu yang mendukung proses pemeriksaan yang cepat, aman, dan efisien. Hal ini berdampak langsung pada rendahnya kualitas pelayanan publik, lemahnya pengawasan perbatasan, dan menurunnya citra Indonesia di tingkat global. (3). TUJUAN; Tujuan utama dari Proyek Perubahan ini adalah untuk membangun sebuah sistem terpadu antarinstansi C.I.Q. yang mampu menyederhanakan sekaligus mempercepat proses pemeriksaan penumpang internasional pada saat kedatangan di Bandar Udara Soekarno-Hatta. Sistem ini akan dikembangkan melalui pemanfaatan online single platform pre-arrival declaration (yang berlaku secara nasional dan internasional) "All Indonesia yang memungkinkan pendataan penumpang dilakukan sebelum kedatangan secara digital, terstandardisasi, dan dapat diakses bersama oleh seluruh instansi terkait. (4). STRATEGI UTAMA; Strategi utama dalam proyek perubahan ini adalah implementasi aplikasi All Indonesia sebagai platform pre-arrival declaration nasional untuk menyederhanakan proses pemeriksaan C.I.Q. bagi pelintas internasional. Strategi ini didukung dengan penyusunan Surat Keputusan Bersama 6 Menteri/Kepala Lembaga, Pedoman Direktur Jenderal, dan SOPAP terpadu, penguatan infrastruktur teknologi informasi, serta pelatihan SDM lintas instansi guna memastikan kesiapan operasional. Selain itu, dilakukan koordinasi intensif antara instansi C.I.Q. dan maskapai penerbangan untuk mendukung integrasi sistem, yang akan diawali dengan uji coba terbatas sebelum direplikasi secara nasional sebagai model tata kelola clearance yang efisien, terintegrasi, dan berstandar internasional. (5). MANFAAT KUNCI; Proyek ini memberikan manfaat nyata berupa pelayanan yang lebih cepat, sederhana, dan transparan bagi masyarakat, peningkatan efektivitas kerja dan profesionalisme petugas melalui sistem dan prosedur terpadu, ketersediaan data real-time bagi pemangku kepentingan untuk mendukung pengambilan keputusan yang akurat, serta penguatan citra Indonesia sebagai negara dengan sistem keimigrasian dan pengawasan perbatasan yang modern, terpercaya, dan berstandar internasional. (6). HASIL YANG DIHARAPKAN; Kondisi ideal yang dituju melalui proyek ini adalah terwujudnya proses clearance C.I.Q. yang cepat, terkoordinasi, dan berbasis data terintegrasi yang akurat dan real-time, sehingga setiap pelintas internasional dapat diproses secara efektif dan efisien tanpa hambatan administratif. Melalui harmonisasi prosedur, pemanfaatan teknologi digital, dan koordinasi lintas instansi yang solid, diharapkan tercipta tata kelola perbatasan yang responsif, adaptif, dan berbasis risiko, yang pada akhirnya meningkatkan kepuasan publik, memperkuat pengawasan negara, serta membangun citra positif.

Flyer