Optimalisasi Pemeriksaan Keimigrasian di Atas Kapal Pesiar sebagai Wujud Fasilitator Pembangunan Ekonomi melalui Wisata Bahari Nasional
| Nama Peserta | Jerry Risnandar Saktinegara, S.S., M.M | Nama Pelatihan | PKN Tingkat II |
| Instansi | Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan | Angkatan | XXIV |
| Jabatan | Kepala Subditektorat Tempat Pemeriksaan Imigrasi Laut | Periode Pelatihan | 25 Agt 2025 - 21 Nov 2025 |
Video
Excecutive Summary
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau memiliki potensi luar biasa dalam pengembangan wisata bahari dan ekonomi maritim. Salah satu sektor strategis yang menopang ekosistem tersebut adalah pelayanan keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Laut. Namun, hingga kini pelaksanaan pemeriksaan keimigrasian di atas kapal pesiar masih menghadapi berbagai tantangan mendasar: ketiadaan pedoman nasional dan SOP teknis, belum jelasnya dasar hukum pembiayaan, serta keterbatasan koordinasi antarinstansi CIQP. Akibatnya, layanan belum seragam, berisiko hukum, dan menurunkan daya saing Indonesia dalam industri pelayaran wisata internasional. Melalui proyek perubahan ini, penulis merancang inovasi “Immigration on Shipping (IoS)” , yaitu model tata kelola pemeriksaan keimigrasian di atas kapal pesiar yang efektif dan akuntabel. Tujuan utama proyek adalah membangun sistem pemeriksaan yang seragam secara nasional dengan dasar hukum yang kuat dan mekanisme pembiayaan yang transparan. Implementasi proyek Immigration on Shipping telah menghasilkan model pelayanan maritim yang tidak hanya mempercepat pemeriksaan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan internasional terhadap kredibilitas layanan imigrasi Indonesia. Dampak ekonominya nyata: peningkatan kunjungan kapal pesiar, tumbuhnya sektor UMKM di sekitar pelabuhan wisata, serta bertambahnya devisa dan lapangan kerja lokal. Selain itu, proyek ini juga berfungsi sebagai laboratorium kepemimpinan strategis, di mana Project Leader mempraktikkan kepemimpinan kolaboratif lintas sektor, menerapkan prinsip good governance, dan menginternalisasi nilai-nilai AKHLAK dalam pengelolaan perubahan. Hasilnya, lahirlah model kepemimpinan birokrasi yang lebih adaptif dan berorientasi hasil. Dengan seluruh capaian tersebut, Immigration on Shipping menjadi tonggak baru transformasi Imigrasi Indonesia: dari penjaga perbatasan menjadi fasilitator pembangunan ekonomi nasional berbasis wisata bahari.