STRATEGI PENCEGAHAN PEREDARAN GELAP NARKOBA DI LAPAS/RUTAN SE-WILAYAH KALIMANTAN SELATAN MELALUI INTELIJEN KOLABORATIF SMART KANTIN DISPLAY (IKSAN)
| Nama Peserta | Azhar, A.Md.IP., S.H. | Nama Pelatihan | PKN Tingkat II |
| Instansi | Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan | Angkatan | XXIV |
| Jabatan | Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas I Bandar Lampung | Periode Pelatihan | 25 Agt 2025 - 21 Nov 2025 |
Video
Excecutive Summary
Peredaran gelap narkoba di lingkungan Lapas/Rutan masih menjadi ancaman serius terhadap integritas petugas pemasyarakatan di seluruh Indonesia, tidak terkecuali di wilayah Kalimantan Selatan, tantangan ini diperparah oleh potensi keterlibatan oknum petugas dan celah penyelundupan melalui barang bawaan pengunjung. Menjawab urgensi tersebut, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan merancang strategi pencegahan berbasis intelijen kolaboratif dan smart kantin display sebagai pendekatan sistemik dan berkelanjutan. Adapun tujuan strategis ini adalah untuk memutus mata rantai peredaran narkoba yang melibatkan oknum petugas Lapas/Rutan dan sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengawasan barang masuk, khususnya dari pengunjung serta membangun sistem intelijen yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis teknologi digital. Secara ringkas apa yang dimaksud dengan intelijen kolaboratif dan smart kantin display diuraikan sebagai berikut :
- Intelijen Kolaboratif : a.Penguatan sinergi antar lembaga: Kanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan, BNNP, Kepolisian, TNI, Pemerintah Daerah dan masyarakat sipil; b.Pemetaan potensi kerawanan berbasis data dan analisis pola peredaran narkoba. c.Pengembangan sistem pelaporan dan deteksi dini yang melibatkan petugas, warga binaan, dan pengunjung secara partisipatif.
- Smart Kantin Display : a. Digitalisasi layanan kantin dengan sistem display terbuka, transaksi non-tunai, dan kontrol stok berbasis barcode. b. Integrasi sistem logistik dan pengawasan barang masuk untuk meminimalisir penyelundupan melalui jalur kantin. c. Dashboard monitoring yang dapat diakses oleh petugas pengawas dan pihak eksternal untuk audit berkala. Dampak yang diharapkan dari gagasan diatas adalah penurunan yang signifikan dari peredaran narkoba di Lapas/Rutan se-wilayah Kalimantan Selatan baik melalui jalur petugas maupun melalui barang bawaan pengunjung.